Membangun Pribadi Teladan
Pribadi teladan adalah sarana untuk menggapai suatu prestasi yang gemilang yang diredhoi oleh Allah swt. pribadi teladan berarti suatu karakter atau watak seseorang yang dapat dijadikan panutan oleh orang lain.membentuk pribadi teladan adalah sesuatu yang mudah diucapkan namun sangat sulit untuk diwujudkan.
timbul pertanyaan mendasar berkaitan dengan pribadi teladan,pribadi teladan menurut ukuran seseorang yang dianggap terkenal atau termashur,sehingga dia pantas dijadikan contoh atau teladan bagi orang lain, umpamanya tokoh negarawan seperti Jhon F.Kennedi,George Washington.Abraham Lincoln,atau seperti di Indonesia Prof.DR.Baharuddin Yusup Habibi.Faisal Tanjung yang terkenal kaya atau siapa yang pantas dijadikan teladan ,menurut saya tergantung kepada sudut pandang atau dari dimensi mana yang akan diteladani oleh seseorang.
Pribadi teladan yang paling baik untuk dijadikan teladan atau contoh dalam hidup adalah teladan dalam kehidupan secara keseluruhan yang mencakup segala dimensi seperti ekonomi,keluarga ,sosial masyarakat ,kenegaraan dan keperibadian yang utuh,dalam hal ini ,orang yang memang pantas dijadikan panutan atau landasan contoh yang bisa diambil sebagai landasan keteladanan yang prima adalah kepribadian nabi Muhammad SAW.
Senin, 28 Maret 2016
Minggu, 20 Maret 2016
Minggu, 13 Maret 2016
SEJARAH DIPONEGORO
Sejarah Dipongeoro
Para pahlawan Islam adalah mereka yang telah
mengorbankan apa yang sangat mereka cintai demi tegaknya sebuah kebenaran yang
mereka yakini. Para pahlawan ini telah memberikan teladan yang tinggi dalam
kehidupan. Disaat paham materialisme dan pragmatisme mengerogoti lembaga-lembaga
pendidikan, maka pemahaman yang benar terhadap para pahlawan Islam -- yang juga
diakui juga sebagai pahlawan nasional Indonesia – sangatlah penting untuk dapat
meneladani sikap dan perjuangan mereka serta menjadikan para anak didik memiliki
adab yang baik. Sayangnya, hal ini masih belum banyak terjadi, sebab adanya
kesalahan dalam pengajaran sejarah. Kasus pengajaran tentang Pangeran Diponegoro
dan RA Kartini dapat kita jadikan satu contoh.
Sabtu, 12 Maret 2016
KETERKAITAN ULAMA DAN ILMU
Nama lengkapnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah,
disingkat menjadi HAMKA. Dia adalah seorang tokoh dan ulama yang sangat
dihormati di berbagai dunia Islam. Lahir tanggal 17 Februari 1908, di desa
kampung Molek, Meninjau, Sumatera Barat. Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin
Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor Gerakan Islah
(tajdid) di Minangkabau. Semasa kecil, Hamka belajar agama pada
ulama-ulama terkenal, seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, AR Sutan
Mansur, dan tentu saja, ayahnya sendiri.
Kamis, 10 Maret 2016
Keterkaitan antara ilmu dan kebahagiaan
Membentuk
Manusia Berkarakter dan Beradab
Dalam
bukunya, Tasauf Modern, Prof. Hamka pernah menyalin sebuah artikel karya
Al-Anisah Mai berjudul ”Kun Sa’idan”. Artikel itu diindonesiakan dengan judul:
”Senangkanlah hatimu!”
Dalam
kondisi apa pun, pesan artikel tersebut, maka ”senangkanlah hatimu!” Jangan
pernah bersedih. Dalam kondisi apa pun.
"Kalau
engkau kaya, senangkanlah hatimu! Karena di hadapanmu terbentang kesempatan
untuk mengerjakan yang sulit-sulit....”
Rabu, 02 Maret 2016
Sertifikasi Guru dan pengaruhya
Dalam sebuah tulisan yang direlease secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia ,dalam situs resmi menyatakan bahwa Kementerian Agama baru menyertifikasi 565.392 guru atau 50 persen lebih dari total guru Pendidikan Agama Islam dan guru madrasah sebanyak 1.100.238 orang. Dari informasi itu ada beberapa hal yang perlu kita komentari yaitu : 1.Apa yang menjadi landasan pemikiran utama dari pemerintah republik indonesia secara khusus di kementerian agama memberikan tunjangan sertifikasi kepada guru dan dosen walaupun negara sedang mengalami kesulitan masalah keuangan secara menyeluruh dalam mengelola pemerintahan dan pembangunan di negara Indonesia sekarang ini.
Selasa, 23 Februari 2016
PENDEKATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( Bagian 3 )
Sebelum berbicara tentang
pendekatan yang dilakukan dalam
pembelajaran pendidikan agama islam ,kita harus memperhatikan hal-hal
apa sajakah yang harus dipertimbangkan
dalam kegiatan pembelajaran secara umum.
Sebagaimana yang dikatakan oleh
Gordon Dryden dan Jeannette Vos”Revolusi yang sebenarnya bukan hanya soal
persekolahan melainkan soal pembelajaran,menemukan cara belajar ,cara berpikir
dan tehnik tehnik baru yang dapat diterapkan pada masalah dan tantangan apapun
untuk semua tingkatan usia”[1]
Senin, 22 Februari 2016
Pendekatan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ( bagian 6 )
A. Kegiatan Pendidikan Islam.
Pengembangan Pendidikan Islam
sebagian besar bergantung kepada hal-hal sebagai berikut : Yaitu kesediaan dan
kemampuan guru-guru pendidikan Islam dan juga perlengkapan yang tersedia..Oleh
karena itu . Perlu adanya sumbangan dari beberpa masyarakat atau lembaga juga
yayasan untuk melaksanakan semua program yang ada.
Pendekatan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ( bagian 5 )
E.Proses Pembelajaran yang efektif
Berbicara tentang proses pembelajaran ,kita tidak bisa lepas dari beberapa prilaku guru itu sendiri yang terkait secara langsung dalam proses pembelajaran pendidikan agama islam . Oleh karena itu ada beberapa prilaku guru yang disarankan untuk diimplementasikan agar pengajaran yang efektif bisa terwujud, prilaku tersebut adalah :
• Menggunakan suatu sistem aturan tertentu dalam menghadapi hal-hal atau prosedur tertentu.
• Mencegah agar prilaku siswa yang salah tidak berterusan.
• Mengarahkan tindakan dengan disiplin secara tepat.
• Bergerak keseluruh ruangan kelas untuk mengamati siswa
• Situasi –situasi yang mengganggu diatasi dengan cara –cara yang bijaksana ( dengan cara non verbal,isyarat,pesan-pesan ,kedekatan ,kontak mata dan lain-lain. )
pendekatan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ( bagian 4 )
<
br />
Kegiatan belajar mengajar (KBM)
dirancang mengikuti prinsip-prinsip belajar-mengajar dan prinsip motivasi dalam
belajar pendidikan agama islam. Belajar mengajar Pendidikan Agama Islam
merupakan kegiatan aktif siswa dalam menemukan dan membangun makna atau
pemahaman nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran aqidah dan akhlak Islam.
Karena itu guru Pendidikan Agama Islam perlu memberikan kesempatan dan dorongan
kepada siswa untuk menggunakan otoritasnya dalam menemukan dan membangun makna
atau pemahaman nilai-nilai ajaran Islam. Perlu dibangun kesadaran bahwa tugas
dan tanggung jawab belajar berada pada diri siswa. Sedangkan guru PAI disamping
secara personal dan social dapat dijadikan figure atau sumber nilai sebagai
acuan manusia berkepribadian agama, maka secara profesioanl GPAI juga
bertanggung jawab untuk menciptakan situasi dan kegiatan belajar mengajar yang
mendorong prakarsa, motivasi, dan tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang
hayatnya.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( Bagian 2 )
A. Pengertian kurikulum
Pendidikan Agama Islam
Sebelum berbicara lebih jauh
tentang kurikulum Pendidikan Agama Islam,perlu dikemuka terlebih dari apa itu
kurikulum . Kurikulum berasal dari bahasa Yunani currere. Yang berarti jarak tempuh,dalam
kontek pendidikan ,kurikulum berarti “jalan terang yang dilalui oleh pendidik
untuk mengembangkan pengetahuan,keterampilan
dan sikap serta nilai"[1]
Minggu, 21 Februari 2016
Sabtu, 20 Februari 2016
LGBT DAN PERMASALAHANNYA
LGBT DAN PERMASALAHANNYA
Pada saat sekarang ini paling tidak dalamminggu terakhir ini orang dimana mana membicarakan tentang LGBT.Mengapa itumenjadi pembicaraan yang dahsyat dimasyarakat karena masalah itu memang dahsyat, dahsyat prilakunya.dahsyat akibatnya,dahsyat dosanya,dahsyat akibat kerusakannya dan mungkin masih banyak lagi dahsyat lain yang sirasakan oleh pelakunya.
Yuk kita membicarakan LGBT ini lebih jauh.pertama yaitu apakah itu LGBT ? secara bahasa LGBT adalah singkatan dari kata LESBIAN,GAY,BISEKSUAL DAN TRANSGENDER,
Jumat, 19 Februari 2016
PENDEKATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( Bagian 1 )
Latar Belakang
Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono mengatakan pendidikan di Indonesia tidak boleh hanya terkait dengan
transfer ilmu dan teknologi namun juga harus mampu membentuk nilai serta
karakter bangsa.
Dalam sambutan pada peringatan
hari pendidikan nasional yang berlangsung di Universitas Airlangga
Surabaya, Kepala Negara menyatakan dua
tujuan utama pendidikan di Indonesia adalah selain untuk mentransfer ilmu pengetahuan
dan teknologi juga untuk membangun karakter bangsa yang kuat. "Jangan
menjadi pemalas dan mudah menyerah.
Langganan:
Komentar (Atom)





